Dalam hatiku, selalu ada hal yang ingin aku tangisi.
Dalam dadaku, selalu ada sebuah sesak yang membuatku sulit bernafas.
Dalam jiwaku, selalu terasa sesuatu yang mengiriku dalam kekakuan
Dalam kepalaku, selalu terbentuk bayangan masa lalu yang tak bisa ku musnahkan walaupun sudah ku coba berulang kali.
Dalam bayanganku, selalu ku lihat seseorang yang dulu menunggu ku di kala pagi, siang, sore dan malam hari.
Dalam lingkar jariku, selalu ku rasakan ada sebuah cincin yang amat ku jaga dan selalu ku rasakan segenggaman tangan yang menggenggam tangan ku dengan erat.
Ditubuhku, selalu ku rasakan sejuta pelukan yang membuat ku bahagia dalam pelukannya.
Saat aku tertawa selalu ada yang mengikuti ku.
Saat aku menangis selalu ada yang memberikan ku sanggahan dan sebuah pundak yang dengan sedia kapan saja aku bersandar.
Dan dikala Dia memerlukan pelukan ku, selalu kuberikan hanya untuknya agar Dia merasa tenang dan nyaman.
24 jam waktuku ku berikan untuknya.
24 jam pula tenaga dan pikiranku ku berikan hanya untuknya. Sekecil apapun yang ku punya tidak pernah tidak aku beri dan aku lakukan untuknya.
Tiba waktunya aku termakan emosi dan amarah yang membuatku ingin cepat pergi dari hidupnya.
Bosan, berkali-kali aku dibuatnya menangis, bersedih, marah, benci, jengkel dan tak habis pikir mengapa Dia tega melakukan hal yang diluar batas pemikiran.
Namun berkali-kali juga Dia datang kepadaku memohon dengan mata berkaca-kaca dan wajah sedihnya untuk tetap bersamanya dalam kesakitan dan keterpurukan keluarganya.
Aku iba. Tak tega aku meninggalkannya dalam sakit dan deritanya!
Aku putuskan untuk tetap bertahan bersamanya dan selalu menemaninya.
Satu tahun hingga di Dua bulan, tiga bulan, empat bulan terakhir berlalu..
26 Januari 2009
Saat aku tengah jatuh sakit, aku dapati dia mencoba menjalin hubungan dengan adik kelasku (V). Dia berkata tak semestinya tentang aku kepada (V)
Membuatku tak habis pikir apa yang Dia cari dengan omongan dan kedekatannya dengan (V).
Hari demi hari, aku sangat tidak tahan mendapatkan suatu kenyataan baru yang seharusnya aku tau.
Aku lepaskan Cincin yang Dia berikan pada 31 Juli tahun lalu. Tepat di hari jadiku ke-16.
Aku berikan dengan buru-buru disaat Dia sedang menikmati makan paginya.
Aku kembali ketempat duduk ku dengan berpura-pura mengerjakan tugasku yang belum selesai.
Dia mendekati ku dan hanya diam dan berkata “Apa yang kamu tau?”
Aku hanya jawab “AKU UDAH TAU SEMUANYA.SEKARANG AKU BANYAK TUGAS.JANGAN GANGGU AKU!”
Dia kembali diam dan terus berkata “Kita tetap bisa jadi temen kan?”
Dengan sangat berat tetap menahan air mataku agar tak sampai jatuh dan tetap terdiam.
Dua hari berlalu..
30 januari
Aku ingat ditanggal itu aku tepat 16bulan menjalin hubungan dengannya.
Namun 29 januari aku tulis sebuah surat kepadanya karena telah mengembalikan Cincin pemberiannya dan meminta maaf atas segala perbuatanku selama aku menjadi ‘tunangan’ nya. Dan merasa bersalah karena telah memutuskan hubungan ini secara sepihak.
Pada siangnya ku telepon dia untuk bertemu dan membicarakan semuanya yang terjadi dua hari lalu.
Dia datang menjemputku disekolah. Dia mengantarkan ku ketempat biasa kami bertemu dan membuat janji..
Aku berkata “Kapan kita bisa seperti dulu ? dan kapan kamu akan berubah?”. Dia menjawab “Aku gk bisa ga? Aku punya tanggung jawab sama keluarga buat ngebahagiain orang tua ku dan adik ku. Dan kamu taukan mama ku gk suka dengan hubungan kita. Mungkin sehabis kita Midtest baru kita bs pelan-pelan kyk dulu”
Aku marah, karena aku pikir ini tidak adil!
Mengapa tidak dari dulu saja dia berkata “Aku gk bisa bersama kamu karena Aku punya tanggung jawab sama keluarga buat ngebahagiain orang tua ku dan adik ku. Dan kamu taukan mama ku gk suka dengan hubungan kita”
Kenapa baru sekarang Dia seperti itu disaat aku mempunyai sebuah rasa bersalah dan rasa yang dalam?!
Ak menangis sesugukan dan teriak “AKU GAK AKAN LUPAIN SEMUA PERLAKUAN KAMU!”.
Dan kemudian,
Dia selalu bilang kepadaku “Kita teman ya?”
Dan aku tetap diam tak menjawab…
Tak aku sadari aku dan dia telah menjadi teman selama seminggu…
Masih tak terbiasa bagiku untuk jauh darinya. Ku coba untuk tanyakan pada teman-teman ku.. ‘kapan Midtest?’
Pertanyaan yang berbuah fakta…
Dalam beberapa kesempatan, aku selalu menangkap hal-hal mencurigakan darinya dan WAHYU MULIATMI.
Seorang perempuan yang baru saja masuk dalam kelas yang ditempatiNya.
Seorang teman yang ku anggap ‘agak’ berlebihan berteman kepada Dia.
Tapi tidak aku ketahui apa sebenarnya yang membuat dia terlihat Lebih dibandingkan aku.
9 Februari 2009
Kelasku mengadakan tanding futsal dengan kelasnya. Lalu aku bertanya apa Dia ikut bermain atau ada acara lain. Dia menjawab tidak akan ikut karena akan pergi dengan mamanya.
SENIN, seorang teman kelasku bertanya Apa setelah aku dan Dia putus Dia langsung bersama (V). Ku jawab tidak. Tapi temanku bilang saat akan bermain futsal Wahyu dan Dia jalan bersama..
Setelah kelas selesai, aku datangi Wahyu Muliatmi untuk mengkonfirm berita tersebut. Dengan terbata-bata dia mencoba menjelaskan padaku.
Lalu Dia datang dengan membentak-bentak dan salah seorang teman kami disampingNya (D), Dia memberi alasan sambil mendekatkan diri kepada Wahyu.
Ada yang aneh.. Dia menarik-narik tas Wahyu. Seolah memberi kode agar dia cepat pergi dari ruangan.
Seketika aku berkata tanpa peduli dan memang Dia pun tak perdulikan perasaan ku!
Disiang yang panas itu turun hujan.. seakan langit pun ikut menangis.
Tak ku perdulikan juga hujan yang membasahi seragamku ataupun air mataku yang ikut terbawa jatuh ketanah bersama air hujan.
Ku kejar dia yang berlari jauh meninggalkan aku dalam kondisi sesak di rongga dadaku! Dalam kondisi aku hampir terjatuh!
5 menit setelah aku sampai dirumah teman baik ku (B) menjemputku dengan alasan mengerjakan tugas.
Setelah aku ikut dengan teman baik ku (B), aku bingung kenapa aku dibawa kesebuah rumah..
Baru saja aku ingin masuk kedalam, tapi aku kaget karena aku melihat sepatu yang aku kenaliii. Ya. DIA dan Wahyu Muliatmi dan teman-teman Wahyu Muliatmi yang juga teman sekelasku (D)!
Dengan santainya teman sekelasku itu bilang Kalau SEGALA Kecurigaanku BENAR.
Oh Tuhan! Aku tak tau apa yang aku pikirkan saat itu.
Aku hanya berlari dan pergi meninggalkan rumah itu seorang diri.
Tubuhku kaku!
Dan yang mengejarku hanya teman baikku itu! Aku dibawa kembali kerumah itu.
Aku menampar Wahyu yang sedang duduk ditemani teman sekelasku itu!
Dan entengnya Wahyu bertanya “kok lo nyakitin gue sih ga?”
Langsung kubilang dengan keras “APA LO GAK NYAKITIN GUE? APA YANG LO BILANG KEMAREN SAMA GUE BANGSAT? GAK SANGKA JILBAB LO CUMA BUAT NUTUPIN JATI DIRI LO KALO TUH GAK LEBIH DARI PECUN SIALAN!”
Dan aku teriak GAK AKAN GUE BIARKAN LO BERDUA BAHAGIA!
Memang kedengarannya aku egois. Tapi masa bodo!
Tubuh ku ditahan dan aku terus berontak. Tapi sayang aku hanya sendirian..
Tidak ada yang membela ku. Bahkan aku hanya bisa memanggil nama Sahabat baikku DWI.
Aku menangis dan Dia memeluk ku..
Entah perasaan apa yang ku rasakan saat dalam pelukannya kali itu…
Aku menangis sejadi-jadinya hingga 3 jam pun tak dapat berhenti. Badanku lemas..
Orang yang aku cintai hingga merasuk kedalam darah ku menghianatiku.
Dan tak sampai disitu Dia menyakitiku…
Aku selalu berdoa kepada Tuhan agar ditunjukan mana yang aku tidak dapat aku ketahui dan tunjukan pada ku siapa yang tulus sayang pada ku atau mana yang tidak..
Aku sudah tidak kuasa menahan air mataku..
Aku sudah terlalu lemah untuk menanggung suatu kenyataan jika mungkin ada lagi yang lebih menyakitkan..
2 minggu setelah kejadian itu aku terus menahan tangis dan perasaan malu ku dari teman-teman yang selalu bertanya ada apa denganku saat ini?
Tapi 2 minggu itu juga aku baru tau kalau Mereka masih berpacaran!
Selama ini aku ditipu lagi…
Aku merasa benar-benar jadi mahkluk lemah sekaligus bodoh karena untuk kesekian kalinya aku selalu ditipu. Dan setelah itupun mereka dan teman-temanku bilang kalau mereka tidak lagi berpacaran… dan kalau yang ku bilang mereka tidak pernah bahagia itu memang mereka rasakan.
Minggu-minggu berlalu sampai di bulan Maret ini aku diberi tau temanku kalau Dia sedang mendekati adik kelas (U), adik kelas yang sangat-sangat aku kenal.
Adik kelas yang juga teman baik ku sejak SMP..
Adik kelas yang juga mantan pacar SahabatNya.
Dan adik kelasku bilang tak pernah dia tau atau menanggapi hal itu.
Dia pun sangat paham kondisiku. Sangat mengerti dan menSupport aku untuk jangan berharap lagi pada Dia.
Ya. Aku bodoh. Aku tolol untuk seukuran Kelasku.
Dulu aku bisa dapatkan siapapun atau berapapun laki-laki yang ingin aku pacari.
Tapi sekarang? Kebiasaan itu hilang seiring rasa tulusku pada Dia…
Hatiku mau Dia… hanya Dia!
Tapi entah kenapa aku tetap mengharapkan Pengecut seperti Dia.
Padahal Tuhan udah menunjukan SI-A-PA DIA
Dan tak pantas dia untukku!
Selalu aku berharap pada Tuhan agar jangan dekatkan lagi aku dengan Dia.
Ambillah angan-angan dan seluruh ingatanku tentang Dia…
Tapi tetap tidak bisa. Terlalu sulit untukku melupakan semuanya.Dan aku juga bingung, kenapa Tuhan selalu membuatku ingat Dia.
Aku juga minta pada Tuhan kalaupun memang kami jodoh, pertemukan kami dan rubah sikap kami dengan seiringnya waktu berjalan.
Tapi kalaupun Dia bukan untuk ku, Semoga Tuhan memberikan Seseorang yang terbaik untuk ku dimasa depan!
Sekarang kami tidak bermusuhan. Tidak juga berteman. Kami seperti orang tidak saling kenal!
Bertemupun Dia menghindariku. Menjauhiku.
Seolah-olah aku racun untuknya! Sakit hatiku. Betapa tidak? Dulu Dia yang begitu ingin berdekatan denganku, tapi sekarang malah seperti ini?
Kenapa Dia membuat kesan Seolah-olah aku yang bersalah ke Dia?!
Kenapa Dia harus menghindariku kalo memang Dia me-ra-sa benar?!
Apa namanya Dia kalau bukan PENGECUT?
Dan apa namanya Dia kalau menginginkan aku disaat susahnya Dia?
Dan disaatnya aku susah Dia meninggalkan aku bahkan menjatuhi aku tangga?
Terserah..
Tapi aku punya semangat untuk menjalani hidupku kedepan!
Aku punya cita-cita untuk mendapatkan masa depan yang sangat baik dan mulia.
Aku punya tanggung jawab kepada keluarga dan semuanyaaaaa.
Yang setidak-tidaknya aku tidak harus terpaku pada urusan GAK PENTING yaitu memikirkan Manusia tidak tau balas Budi seperti DIA!
Sekarang aku ingin menjadi pusat perhatian orang dengan prestasiku.,dengan tingkah laku ku yang baik.,dengan menyenangkan orang lain.,dengan menjadi inspirator karena pengalamanku yang baru ini.
Aku 16 tahun, bukankah masih cukup waktu untuk merubah semuanya?
Aku juga ingat pada kalimat yang ku buat sendiri “DISAAT LO TERJATUH NANTI, GUE ORANG PERTAMA YANG AKAN TERTAWA DIATAS JATUHNYA LO!”
Semoga aja (:
Aku juga ingin berterima kasih pada orang-orang yang selalu menjadi pacuan hidup dan semangatku dalam melanjutkan hidupku yang nyaris berantakan..
-Mamah: aku ingat mamah mengingatkan aku untuk mencari laki-laki yang baik,menyayangi aku apa adanya. Dan aku harus bekerja keras untuk diriku sendiri terutama dan jangan mengandalkan siapapun dia. Yang tidak pelit. Hahaha
-Mba Diah: aku diingatkan agar terus berdoa dan belajar untuk masa depan yang aku kejar. memahami posisi orang lain dan tidak egois.
-Mas eeng: aku juga diingatkan supaya jangan serius memikirkan untuk hal-hal tidak penting.
-Ka Rafrinne: dia memberikan aku sebuah gambaran yang bisa aku jadikan inspirasi juga untuk teman-temanku yang mengalami hal serupa denganku. Yaitu:
“Aku bisa mengendalikan badai sebesar apapun, karena aku telah bisa mengendalikan Kapalku”
Dan ka Rafrinne juga bilang: jangan buang waktu untuk hal tidak penting atau dimasa lalu, tapi buang waktu untuk untuk mengenali dirimu. Dan kamu baru bisa mencintai dirimu sndr (:
-Siva: dia bilang hanya doa yang bisa merubah takdir. Dan masih banyak cwok yang lebih baik dari dia. (sampai sekarang smsnya masih ku simpan. hahaha)
-Tari: dia bilang aku berubah drastis. Dan gk mesti jadi orang lain, jadi diri sendiri dan jangan egois.
-Bobi: (ini hal yang yang gk masuk akal awalnya waktu pertama kali aku baca smsnya, hahaha), “Mungkin lo sekarang dijauhin ga sama Dia, tapi gk taukan kalo nanti lo dipertemuin lagi dan jadi jodoh? Sekarang mikir gitu aja ga”
-Daifina: buang aja Dia dari pikiran lo. Kalo perlu lo tutup mata lo biar lo gk keinget sm Dia. Tenang aja ga, nanti juga Dia ngerasain karmanya kok.
Nanti deh setelah lo punya pacar baru deh dia ngejar-ngejar lo kayak dulu!
-Devi: jangan kayak gini terus gaaa. Malah bikin lo tambah sakit. Jangan terlalu dipikirin Dia.
-Ajeng: ah kayak Dia mikirin lo aja lo pake masih mikirin Dia gol!
-Desi: Dia bilang kayak gitu? Gak bagal ga Dia balik lagi sama lo. Gak bakal! Pegang omongan gue. (dan iya, gue tau apa artinya itu!)
-Evi: udah gaaa.. lo jangan inget-inget masa lalu terus. Lo sama aja nyakitin diri lo sndr. Mau sampe kapan gaaa?
-Michael: aah cari cowok laen ga. Mati 1 tumbuh 1000
-Nico: bego lo? Lo tuh cantik ngapain lo nunggu-nugguin dia? Mau tahan sampe kapan lo? Udah cari aja yang laen. Kejar cinta lo, tapi jangan kalo lo takut sakit hati.
-Yugo: yampun say, udah jangan dipikirin lagi. Gue yakin lo bisa say!
-Amien: tuh gaaa cowok banyak! Pilih salah 1 trs kenalan lo sono. Masih diinget aja hahaha
-Bryan: udah napa gaaa?! Gue malah seneng ngeliat lo kemaren-kemaren, lo seneng, ketawa-ketawa! Jangan mikirin Dia mulu napa? Kalo Dia kayak gitu, lo gituin lagi aja!
-Fahmi: sabar ya ega. Masih mau gue doain gak? (hahaha cuma kalmat itu yang gue inget, Sorry ya fah)
-Brenda: kaka aku ngerti yang kamu rasain ka, tapi ttap semangat ya ka!
-Agista: kamu cari cowok lagi aja ega, banyak-banyakin pacar buat have fun.jangan terlalu sayang banget sama pacar, toh dia nyakitin. Mending banyak-banyakin cowok buat kita lupa sama cowok yang kita sayang banget!
-Ute: udah ka mhega, lo jangan ngarep atau mikirin dia lagi napa ka? Jadi sedih gue ngeliat lo ka. Lo cari pacar siapa gitu ka biar jangan kepikiran Dia mulu.
Ngapain sih orang kayak gitu dipikirin,bikin sakit aja ka.
-Rane: say, lo udah disakitin gitu jangan yang enggak-enggak dong. Banyak yang mau sama lo ga. Semangat!
-Restu: lo mending cari cowok tuh yang udah mapan ga. Enak. Dia bisa lebih ngehargain sesuatu. Contohnya motornya dia beli pake duit dia sndr! Iya walaupun gak sebanding sm Dia mantan lo tapi kan lebih baik dari pada Cuma minta sm orang tua! Mending lo cari cowok yang R=rajin dan tekun, E=enak diajak bercanda, S=sopan santun, T=tidak sombong, U=udah gitu keren jadinya RESTU! hahaha
-Dwi: kasih sayang seorang Sahabat lebih berarti dari pada kasih sayang seorang pacar, disaat kita harus pisah dengan pacar timbul rasa kebencian tapi kalo pisah sama seorang sahabat, yang timbul rindu ga..
-Bunda Ratri: mungkin yang gak ada di kamu dia bisa temuin di Wahyu mega..
Coba deh kamu belajar untuk mandiri dan tahan banting. Nanti dia yang akan bingung, loh kok dia putus sama gue biasa-biasa aja sih?! Gitu gaaa.. jangan kamu bawa keperasaan banget. Kamu emang cantik, tapi gk semua cowok nyari
itu gaa.mungkin ada hal lain juga. Sekarang kamu coba kalo ketemu dia sapa dua-duanya, walaupun emang berat.
-Laksmi: yampun lo sih,makanya jangan terlalu lebay sama suatu masalah,masalah dipikirin melulu jadinya penyakit lo kambuh lagi.
Ga masalah tuh gk boleh terlalu dipikirin. Emg lo masih mikirin masalah itu ga?
Dan buat semuanya yang udah dengerin keluh ku sampe sekarang!
-Balkie, Desi Y, Anak Agung Bayu, Sinta, Ka Edie, Mba Rini, Irfan, dan semuanya belum sempat aku tuliskan.
Maaf ya karena suatu keterbatasanku-LU-PA hehehe
Tapi tetap aku ucapin makasih buat semangat dan motifasinya buat aku :D